Cara mengolah ikan menjadi abon menarik bagi pelaku usaha karena bahan bakunya mudah Anda temukan dan harganya relatif bersahabat. Akan tetapi, ikan membawa dua kendala khas: aroma amis yang menyengat dan duri-duri kecil di dagingnya. Dengan teknik yang tepat, kedua masalah itu bisa Anda atasi. Berikut langkah lengkapnya dari pasar sampai kemasan.
Pilih Ikan yang Cocok untuk Abon
Ikan berdaging tebal dan berduri sedikit memberi hasil terbaik. Tongkol, tuna, cakalang, dan tenggiri termasuk pilihan populer. Pastikan ikan masih segar, dengan mata jernih, insang merah, dan daging yang kenyal saat Anda tekan. Beli ikan pada pagi hari dan simpan di wadah berisi es sampai tiba di dapur. Ikan yang sudah berbau menyengat akan menghasilkan abon beraroma tidak sedap, sebanyak apa pun bumbu yang Anda tambahkan.
Cara Mengolah Ikan Menjadi Abon Berawal dari Pembersihan
Siangi ikan, buang isi perut, lalu cuci hingga bersih. Lumuri dengan air perasan jeruk nipis dan sedikit garam, kemudian diamkan sekitar sepuluh menit untuk meredam bau amis. Selain itu, tambahkan jahe iris dan daun jeruk saat memasak agar aroma lebih segar. Pisahkan juga bagian daging merah gelap dekat tulang karena bagian itu paling amis.
Kukus, Buang Duri, dan Suwir
Kukus ikan selama 20 sampai 30 menit sampai matang. Mengukus lebih baik daripada merebus karena daging tidak banyak menyerap air. Setelah itu, angkat ikan dan buang kulit serta tulang selagi hangat. Suwir dagingnya searah serat dengan garpu, lalu periksa sekali lagi untuk memastikan tidak ada duri halus yang masih menempel.
Peras dan Haluskan Seratnya
Peras suwiran ikan dengan kain bersih agar kadar airnya turun. Langkah ini penting karena ikan mengandung banyak air yang membuat abon sulit kering. Kemudian, gepuk atau cabik suwiran sampai seratnya memanjang dan halus. Saat jumlah ikan mencapai puluhan kilogram, mesin pencabik menghasilkan serat yang rata dan meringankan kerja tangan Anda. Anda dapat melihat salah satu pilihannya di halaman mesin abon Rumah Mesin.
Tumis Bumbu dan Masak Abon
Giling bawang merah, bawang putih, ketumbar, dan kunyit, kemudian tumis bersama lengkuas, serai, dan daun salam hingga aromanya keluar. Masukkan suwiran ikan, tambahkan gula, garam, dan sedikit asam jawa, kemudian aduk rata. Masak dengan api kecil sambil terus mengaduk sampai abon kering dan berwarna keemasan. Bila Anda ingin rasa lebih gurih, tambahkan sedikit santan kental di awal dan masak sampai airnya habis.
Tiriskan dan Simpan
Tiriskan abon di atas saringan lalu tekan dengan kain untuk membuang minyak. Dinginkan hingga benar-benar suhu ruang, baru masukkan ke kemasan kedap udara. Karena ikan lebih mudah lembap daripada daging sapi, tambahkan silica gel aman pangan agar abon tetap renyah. Dalam kemasan rapat, abon ikan biasanya bertahan sekitar dua sampai tiga minggu.
Contoh Hasil per Kilogram Ikan
Dari satu kilogram ikan tongkol segar, Anda biasanya memperoleh sekitar 400 sampai 500 gram daging bersih setelah kukus dan buang tulang. Abon yang jadi umumnya berbobot lebih ringan lagi, karena air dan minyak ikut berkurang. Karena itu, hitung harga jual berdasarkan bobot abon akhir, bukan bobot ikan mentah.
Kesalahan dalam Cara Mengolah Ikan Menjadi Abon
Banyak pemula melewatkan tahap meredam amis sehingga abon beraroma kuat. Ada pula yang mengabaikan duri halus yang bisa melukai mulut pembeli. Selain itu, sebagian pembuat memasak suwiran yang masih basah, jadi abon menggumpal dan lama kering. Hindari ketiganya agar mutu abon ikan Anda konsisten.
Kesimpulan
Pada akhirnya, cara mengolah ikan menjadi abon berpusat pada ikan segar, peredaman amis, pembuangan duri, dan pengeringan yang sabar. Dengan tahapan ini, abon ikan Anda gurih, bersih, dan tahan lama. Bila Anda ingin naik skala produksi, kunjungi Rumah Mesin dan konsultasikan peralatan yang sesuai.

