Singkong melimpah dan murah, tetapi umbi segar cepat membusuk. Solusinya, ubah singkong menjadi tepung yang awet berbulan-bulan dan bernilai jual lebih tinggi. Prosesnya sederhana jika Anda mengikuti langkah yang benar. Berikut cara menggiling singkong menjadi tepung yang aman, halus, dan hemat.
Pilih Singkong Segar
Pilih singkong yang baru panen, keras, dan tidak berjamur atau berbau asam. Singkong yang sudah lama menunggu biasanya bergaris hitam di bagian dalam dan menghasilkan tepung berwarna gelap. Gunakan umbi berukuran sedang agar mudah Anda kupas dan iris.
Kupas dan Cuci Bersih
Kupas kulit luar yang cokelat serta kulit ari yang berwarna putih kemerahan. Cuci singkong dengan air mengalir sampai tidak ada tanah yang menempel. Buang bagian yang berlubang atau membusuk supaya tepung tetap bersih.
Iris Tipis agar Cepat Kering
Iris singkong setebal 2 sampai 3 milimeter, atau parut kasar jika Anda ingin lebih cepat. Irisan tipis mengering merata dan menghemat waktu penjemuran. Anda bisa memakai pisau tajam atau mesin perajang bila jumlah singkong banyak.
Rendam agar Lebih Aman dan Putih
Singkong mengandung senyawa sianida alami. Rendam irisan dalam air bersih selama 8 sampai 12 jam, lalu ganti air beberapa kali. Perendaman menurunkan kadar senyawa itu dan membuat tepung berwarna lebih putih. Tiriskan irisan sampai air tidak menetes lagi.
Jemur sampai Benar-Benar Kering
Hamparkan irisan di atas tampah atau terpal bersih, lalu jemur selama dua sampai tiga hari. Balik secara berkala supaya keringnya merata. Irisan siap Anda giling jika patah dengan bunyi renyah saat Anda tekuk. Pengeringan yang sempurna juga ikut menurunkan sisa senyawa sianida.
Giling Singkong Kering Menjadi Tepung
Untuk jumlah kecil, blender kering sudah cukup meski hasilnya kurang halus. Untuk jumlah besar, gunakan mesin penepung diskmill serbaguna agar irisan hancur cepat dan seragam. Masukkan irisan sedikit demi sedikit supaya mesin tidak cepat panas dan tidak macet.
Ayak dan Giling Ulang
Ayak tepung memakai ayakan 80 sampai 100 mesh. Butiran kasar yang masih ada bisa Anda giling sekali lagi sampai lolos ayakan. Gunakan ayakan stainless supaya tepung bersih dan tidak berkarat. Langkah ini menghasilkan tepung lembut yang cocok untuk kue dan pengganti terigu.
Kesalahan Umum Saat Menggiling
Banyak pemula menjemur singkong yang masih tebal, sehingga bagian dalamnya lembap dan berjamur. Ada pula yang melewatkan perendaman, sehingga tepung berwarna kecokelatan dan berbau tajam. Jangan menggiling irisan yang belum kering benar, karena tepung menggumpal dan menyumbat mesin.
Simpan agar Tahan Lama
Dinginkan tepung selama satu jam, lalu masukkan ke wadah kedap udara. Taruh wadah di rak dapur yang adem dan kering. Tepung singkong bisa bertahan sampai tiga bulan jika tidak kena lembap. Buang tepung yang berbau asam atau menggumpal. Beri label tanggal produksi pada setiap kemasan.
Ide Pemakaian Tepung Singkong
Anda bisa mencampur tepung singkong dengan tepung lain untuk kue kering, brownies, dan mi. Tepung ini juga cocok sebagai pengental sup dan adonan gorengan renyah. Singkong hanyalah satu contoh. Pelajari juga bahan pangan yang bisa ditepungkan lainnya agar produk usaha Anda semakin beragam.
Tips Agar Hasil Maksimal
Pastikan irisan kering sempurna sebelum menggiling. Bersihkan ruang gilingan setiap selesai pakai agar sisa tepung tidak berjamur. Catat lama penjemuran dan hasil tepung setiap batch. Dengan catatan itu, Anda mudah menentukan takaran dan waktu yang paling pas. Timbang juga singkong sebelum dan sesudah pengeringan untuk mengetahui rendemen tepung.
Kesimpulan
Menggiling singkong menjadi tepung tidak rumit. Kupas, iris tipis, rendam, jemur, giling, lalu ayak. Hasilnya berupa tepung awet yang menambah nilai singkong Anda. Cari mesin penggiling yang andal? Kunjungi Rumah Mesin dan temukan peralatan yang cocok untuk usaha Anda.

