Dalam dunia peternakan modern, kebutuhan akan pakan berkualitas tinggi menjadi salah satu faktor penting yang menentukan produktivitas dan kesehatan ternak. Karena itu, banyak peternak mulai mencari alternatif berupa pakan hijauan mudah dibudidayakan. Jenis hijauan ini tidak hanya cepat tumbuh, tetapi juga memiliki nutrisi lengkap serta mampu menyediakan stok pakan sepanjang tahun dengan biaya yang lebih terjangkau.
Mengapa Pakan Hijauan Mudah Dibudidayakan Sangat Diminati?
Ada beberapa alasan mengapa hijauan jenis ini semakin populer:
-
Pertumbuhan cepat
Banyak jenis hijauan unggul dapat dipanen dalam waktu 30–45 hari setelah tanam, sehingga mampu memenuhi kebutuhan pakan ternak secara kontinu. -
Tahan terhadap berbagai kondisi cuaca
Tanaman hijauan tertentu dapat tumbuh dengan baik baik pada musim hujan maupun kemarau, asalkan teknik budidayanya tepat. -
Kaya nutrisi
Hijauan seperti rumput odot, rumput gajah mini, pakchong, setaria, dan indigofera mengandung protein, serat, mineral, dan vitamin yang sangat dibutuhkan ternak ruminansia maupun non-ruminansia. -
Biaya produksi rendah
Dibandingkan pakan konsentrat, hijauan jauh lebih murah bahkan bisa dibudidayakan sendiri di sekitar kandang.
Jenis-Jenis Pakan Hijauan yang Mudah Dibudidayakan
Berikut beberapa pilihan hijauan yang mudah tumbuh dan cocok untuk berbagai jenis ternak:
1. Rumput Odot
Rumput odot dikenal dengan batang pendek, daun lebar, dan pertumbuhan sangat cepat. Dalam waktu kurang dari 40 hari, rumput ini sudah dapat dipanen. Kandungan proteinnya berkisar 12–14%, cukup tinggi untuk mendukung pertumbuhan sapi, kambing, maupun domba.
2. Rumput Pakchong
Pakchong atau rumput gajah hasil persilangan Thailand ini memiliki nutrisi yang sangat baik dan produktivitas tinggi. Tingkat palatabilitasnya juga sangat bagus, sehingga ternak lebih lahap saat mengonsumsinya.
3. Indigofera
Tanaman leguminosa ini sangat terkenal sebagai sumber protein nabati bagi ternak. Indigofera dapat mencapai 20–28% protein kasar, sehingga ideal untuk penggemukan maupun peningkatan produksi susu.
4. Rumput Setaria
Setaria mudah dibudidayakan di berbagai jenis tanah dan memiliki daya tahan terhadap kekeringan. Produksi hijauannya cukup tinggi sehingga cocok untuk pakan harian.
5. Rumput Gajah Mini (Mini Elephant Grass)
Dengan daun lebar dan tekstur lunak, rumput ini mudah dicerna oleh ternak. Waktu panennya singkat dan produktivitasnya stabil sepanjang tahun.
Cara Membudidayakan Hijauan Secara Praktis
Agar budidaya hijauan lebih optimal, peternak perlu memperhatikan beberapa langkah berikut:
1. Pemilihan Lahan
Pilih lahan yang memiliki sinar matahari cukup dan memiliki drainase baik. Lahan yang tergenang akan menghambat pertumbuhan akar.
2. Pengolahan Tanah
Tanah dicangkul atau dibajak hingga gembur, lalu diberi pupuk dasar seperti kompos atau pupuk kandang. Tanah yang subur akan membuat hijauan tumbuh lebih cepat dan lebih produktif.
3. Penanaman Bibit
Setiap jenis hijauan memiliki teknik penanaman berbeda. Untuk rumput odot dan pakchong misalnya, penanaman dilakukan menggunakan stek batang. Sedangkan indigofera dapat ditanam dengan biji.
4. Penyiraman dan Perawatan
Pada masa awal pertumbuhan, penyiraman perlu dilakukan rutin. Selain itu, pembersihan gulma menjadi kunci agar nutrisi tidak tersaingi oleh tanaman liar.
5. Pemupukan Tambahan
Gunakan pupuk organik seperti kompos, pupuk kandang, atau pupuk cair fermentasi. Pemupukan rutin setiap 2–3 bulan akan menghasilkan hijauan yang lebih subur.
Teknik Pemanenan dan Pengolahan Hijauan
Hijauan yang sudah dipanen sebaiknya langsung diberikan pada ternak dalam keadaan segar. Namun, untuk efisiensi waktu dan tenaga, peternak bisa melakukan pencacahan agar pakan lebih mudah dimakan dan mempercepat proses pencernaan.
Pada tahap ini, peternak bisa memanfaatkan teknologi sederhana seperti mesin pencacah rumput yang membantu mengolah hijauan dengan lebih cepat, rapi, dan seragam. Alat ini sangat berguna terutama bagi peternak dengan jumlah ternak besar.
Manfaat Ekonomi dari Budidaya Hijauan
Mengelola pakan hijauan mudah dibudidayakan memberikan berbagai keuntungan, termasuk:
-
Efisiensi biaya pakan hingga 50%
-
Ketersediaan pakan sepanjang tahun
-
Peningkatan kualitas daging dan susu
-
Pengurangan ketergantungan pada pakan komersial
-
Meningkatkan profitabilitas usaha ternak
Dengan sistem tanam yang teratur dan perawatan yang konsisten, hijauan dapat menjadi sumber pakan yang stabil sekaligus mengoptimalkan pertumbuhan ternak.
Hai! Saya Sifa, penulis di tokomesinkelapa. Saya senang berbagi informasi seputar dunia kelapa dan berbagai olahannya. Di luar aktivitas menulis, saya hobi menggambar dan menjelajah ide-ide baru sebagai bentuk ekspresi kreatif.

