Tomat matang menyimpan benih di dalam daging buah bersama lapisan gel bening. Petani atau penghobi kebun dapat mengambil biji tersebut untuk menyiapkan tanaman musim berikutnya tanpa selalu membeli benih baru.
Namun, proses mengambil benih tomat memerlukan pemilihan buah dan pembersihan yang tepat. Langkah yang rapi membantu memisahkan biji dari daging buah sekaligus menyiapkan benih untuk penyimpanan.
Proses Mengambil Benih Tomat
1. Pilih Tomat Matang dan Sehat
Ambil tomat yang matang penuh, sehat, dan berasal dari tanaman yang tumbuh baik. Hindari buah busuk, berjamur, terserang penyakit, atau mengalami kerusakan berat.
Jika ingin mempertahankan karakter varietas, pilih tomat dari tanaman yang sesuai dengan tujuan budidaya. Perlu diingat, benih dari varietas hibrida dapat menghasilkan tanaman dengan sifat berbeda dari tanaman induknya.
2. Belah Buah dan Keluarkan Bijinya
Cuci tomat, keringkan permukaannya, lalu belah buah menggunakan pisau bersih. Peras atau keruk bagian dalam tomat ke wadah bersih yang khusus untuk pengambilan benih.
Masukkan biji bersama gel dan sedikit sari buah ke dalam wadah tersebut. Gunakan sendok untuk mengeluarkan sisa biji, tetapi hindari mengikis terlalu dalam hingga banyak daging buah ikut tercampur.
3. Fermentasikan Biji untuk Melepaskan Lapisan Gel
Lapisan gel di sekitar biji dapat menghambat perkecambahan, sehingga fermentasi membantu melepaskannya. Letakkan wadah di tempat teduh bersuhu ruang dan tutup secara longgar agar udara tetap bersirkulasi.
Aduk campuran sekali atau dua kali sehari selama sekitar dua hingga empat hari. Saat lapisan pulp mulai terurai dan muncul aroma fermentasi, lanjutkan ke tahap pencucian agar campuran tidak terlalu lama dibiarkan.
4. Cuci dan Pisahkan Biji yang Baik
Tambahkan air bersih ke wadah, lalu aduk perlahan agar sisa pulp terlepas dari biji. Buang cairan, pulp, serta kotoran yang mengapung di bagian atas, kemudian bilas biji yang mengendap.
Ulangi pembilasan hingga air terlihat lebih jernih dan permukaan biji tidak lagi terasa berlendir. Gunakan saringan halus supaya biji tidak ikut terbuang bersama air dan sisa daging buah.
5. Keringkan Biji secara Merata
Tiriskan biji, lalu sebarkan dalam satu lapisan di atas saringan halus atau piring bersih. Pisahkan biji yang menggumpal dengan sendok agar udara menjangkau setiap permukaan.
Keringkan biji di tempat teduh dengan sirkulasi udara baik dan hindari sinar matahari langsung atau panas tinggi. Balik biji sesekali, lalu tunggu sampai biji benar-benar kering sebelum mengemasnya.
6. Simpan Benih dalam Wadah Berlabel
Masukkan benih kering ke amplop kertas atau wadah bersih yang tertutup rapat. Tulis nama varietas dan tanggal pengambilan agar Anda mudah mengenali benih ketika masa tanam tiba.
Simpan wadah di tempat sejuk, kering, dan gelap untuk membantu mempertahankan daya kecambah. Hindari menyimpan benih saat masih lembap karena kondisi tersebut dapat memicu jamur dan merusak persediaan.
7. Jaga Kebersihan Alat dan Catatan Benih
Bersihkan pisau, wadah, dan saringan setelah selesai agar sisa pulp tidak menempel dan membusuk. Pisahkan setiap varietas selama pengambilan benih, terutama jika Anda mengolah beberapa jenis tomat sekaligus.
Catat asal buah dan jumlah benih yang terkumpul agar proses berikutnya lebih mudah dievaluasi. Untuk tanaman lain, panduan cara memisahkan biji cabai juga membahas pemilihan bahan dan kebersihan selama proses pemisahan biji.
Kesimpulan
Proses mengambil benih tomat meliputi pemilihan buah matang, pengeluaran biji, fermentasi, pencucian, pengeringan, dan penyimpanan. Kerjakan setiap tahap dengan bersih, lalu pastikan benih benar-benar kering sebelum menyimpannya.

