Musim hujan membuat penanganan gabah lebih menantang karena sinar matahari terbatas dan kelembapan udara meningkat. Petani perlu bergerak cepat sejak panen agar gabah tidak terlalu lama menumpuk dalam keadaan basah.
Gabah basah mudah memanas, berubah warna, berjamur, dan menurun mutunya jika petani menunda perontokan atau pengeringan. Karena itu, siapkan tempat penampungan, alas bersih, alat pengering, dan gudang sebelum panen dimulai.
Langkah Penanganan Gabah Saat Musim Hujan
1. Atur Waktu Panen dan Siapkan Tempat Penampungan
Pilih waktu panen ketika hujan tidak turun dan pekerja dapat bergerak aman di sawah. Siapkan terpal, keranjang, dan tempat beratap agar petani segera memindahkan gabah dari lahan.
Hindari membiarkan malai tergeletak di tanah atau terkena hujan berulang kali. Susun hasil panen di tempat kering dan berventilasi, lalu lanjutkan perontokan tanpa penundaan.
2. Rontokkan Gabah Secepat Mungkin
Pisahkan bulir dari malai segera setelah panen agar gabah tidak lama menyimpan panas dan kelembapan. Gunakan alat perontok yang bersih agar hasil tidak tercampur tanah, jerami, atau benda asing.
Tampung gabah pada alas bersih dan hindari tumpukan terlalu tinggi. Jika hujan menghambat pekerjaan, simpan hasil di ruang beratap dengan sirkulasi udara agar uap air tidak terperangkap. Keterlambatan dapat memicu pemanasan dan penurunan mutu.
3. Bersihkan Kotoran Sebelum Pengeringan
Gunakan ayakan, blower, atau tampi untuk memisahkan jerami, daun, gabah hampa, dan kotoran. Pembersihan membantu udara pengering menjangkau gabah lebih merata dan mengurangi bahan asing yang menahan kelembapan.
Periksa hasil pembersihan sebelum memasukkan gabah ke pengering atau area penjemuran. Pisahkan gabah bercampur lumpur atau menunjukkan kerusakan agar tidak menurunkan mutu hasil lainnya.
4. Manfaatkan Setiap Kesempatan untuk Menjemur
Saat hujan berhenti dan matahari muncul, hamparkan gabah di atas terpal atau lantai jemur bersih. Buat lapisan tipis, balik secara berkala, dan segera tutup atau pindahkan gabah ketika hujan mulai turun.
Jangan menjemur langsung di tanah atau jalan karena debu mudah menempel pada bulir. Jika kadar air belum mencapai target, pindahkan gabah ke tempat beratap agar hujan tidak membasahi hasil yang mulai kering.
5. Gunakan Mesin Pengering ketika Cuaca Tidak Mendukung
Pengering mekanis membantu petani mengurangi kadar air tanpa bergantung sepenuhnya pada matahari. Pilih kapasitas mesin sesuai volume panen, lalu atur suhu dan aliran udara mengikuti petunjuk produsen agar gabah tidak retak atau terlalu panas.
Masukkan gabah secara bertahap dan pantau proses hingga selesai. Hindari mencampur gabah dengan kadar air sangat berbeda jika mesin tidak dirancang untuk kondisi tersebut. Pantau suhu bahan selama mesin beroperasi.
6. Ukur Kadar Air Sebelum Menyimpan Gabah
Gunakan moisture meter untuk memeriksa kadar air, bukan hanya mengandalkan warna atau rabaan tangan. Gabah panen musim hujan dapat memiliki kadar air sekitar 24–27%, sehingga petani perlu mengeringkannya hingga sekitar 13–14% sebelum penyimpanan aman.
Ambil sampel dari beberapa bagian agar hasil pengukuran mewakili seluruh gabah. Jika kadar air masih tinggi, lanjutkan pengeringan dan ukur kembali setelah gabah mencapai suhu stabil.
7. Dinginkan dan Simpan di Gudang yang Kering
Setelah pengeringan, angin-anginkan gabah sampai suhunya mendekati suhu ruang sebelum dikemas. Gunakan karung bersih dan kering, lalu beri label tanggal panen untuk mengatur urutan penggunaan stok.
Susun karung di atas palet dan beri jarak dari dinding serta lantai lembap. Periksa atap, ventilasi, dan tumpukan untuk mendeteksi kebocoran, bau apek, serangga, atau kenaikan kadar air.
Kesimpulan
Penanganan gabah saat musim hujan membutuhkan perontokan cepat, pembersihan, penjemuran saat cuaca memungkinkan, dan pengeringan mekanis ketika hujan berlanjut. Petani juga perlu mengukur kadar air, mendinginkan gabah, serta menjaga gudang tetap kering agar mutu panen tidak cepat menurun.
Siapkan peralatan sebelum panen dan jangan membiarkan gabah basah menumpuk terlalu lama. Baca juga metode pengeringan biji-bijian pertanian untuk mengenal pilihan pengeringan hasil panen.
